PDF. Uplevel BACK 2.5M . 01 bu kek siansu - kho ping hoo download. Kho Ping Hoo download. 2.9M . 03 Bu Kek Siansu 窶・Cinta Bernoda Darah - Kho Ping Hoo download. 3.0M . 04 bu kek siansu - mutiara hitam - kho ping hoo download. KHOPING HOO BU KEK SIANSU by ASMARAMAN S. Our library only contains songs that you can download instantly without compromising audio quality. Open the file called 'googlechrome.dmg.'. In the window that opens, find Chrome. Once you download the file, you can send it to another computer. Even though the installers look similar, a special tag CERITAsilat termasuk salah satu bentuk cerita yang sangat banyak penggemarnya, walaupun tanpa publikasi, buku-buku cerita silat karangan Khoo Ping Hoo, SH Mintarja, hingga 1995 masih tetap laku keras Cerita berkisar seputar dua senjata sakti yang bernama Pedang Langit (倚天劍) dan Golok Pembunuh Naga (屠龍刀), yang diperebutkan di dunia Mulutukiran naga dapat menembakkan jarum-jarum beracun, dengan jalan menekan tombol rahasia pada kapak Sementara pintu-pintu sudah tertutup rapat Cerita Silat Remaja Kho Ping Hoo 3 Tiga Naga Sakti kamar rumah penginapan yang disewanya dan pergi berjalanjalan 1969 Lincoln Continental Mark Iii Value . Beranda Download Cerita Silat Mandarin Serial Bu Kek Siansu Bu Kek Siansu Suling Emas Cinta Bernoda Darah Mutiara Hitam Istana Pulau Es Pendekar Super Sakti Sepasang Pedang Iblis Kisah Sepasang Rajawali Jodoh Rajawali Suling Emas Naga Siluman Kisah Para Pendekar Pulau Es Suling Naga Kisah Si Bangau Putih Kisah Si Bangau Merah Si Tangan Sakti Pusaka Pulau Es Pendekar Bongkok Serial Bu Pun Su Pendekar Sakti Ang I Niocu Dara Baju Merah Pendekar Bodoh Pendekar Remaja Serial Raja Pedang Raja Pedang Rajawali Emas Pendekar Buta Jaka Lola Serial Pedang Kayu Harum Siang Bhok Kiam Pedang Kayu Harum Siang Bhok Kiam Petualang Asmara Dewi Maut Pendekar Lembah Naga Pendekar Sadis Harta Karun Jenghis Khan Siluman Goa Tengkorak Asmara Berdarah Pendekar Mata Keranjang Ang Hong Cu Si Kumbang Merah Jodoh Si Mata Keranjang Pendekar Kelana Serial Si Pedang Tumpul Si Pedang Tumpul Asmara Si Pedang Tumpul Serial Mestika Burung Hong Kemala Mestika Burung Hong Kemala Kisah Si Pedang Terbang Pedang Awan Merah Serial Kisah Si Naga Langit Kisah Si Naga Langit Bagian Ke-1 Kisah Si Naga Langit Bagian Ke-2 Jodoh Si Naga Langit Serial Dewi Sungai Kuning Dewi Sungai Kuning Kemelut Kerajaan Mancu Jago Pedang Tak Bernama Bu-beng Kiam-hiap Jago Pedang Tak Bernama Bu-beng Kiam-hiap Kisah Sepasang Naga Ji Liong Jio Cu Pedang Ular Merah Pedang Pusaka Naga Putih Serial Kisah Si Pedang Kilat Kisah Si Pedang Kilat Pedang Kilat Membasmi Iblis Serial Gelang Kemala Gelang Kemala Dewi Ular Rajawali Hitam Serial Sepasang Naga Lembah Iblis Sepasang Naga Lembah Iblis Pedang Naga Hitam Serial Pendekar Budiman Pendekar Budiman Pedang Penakluk Iblis Tangan Geledek Pek Lui Eng Serial Naga Sakti Sungai Kuning Naga Sakti Sungai Kuning Naga Beracun Serial Teratai Merah Ang Lian Lihiap Si Teratai Merah Ang Lian Lihiap Si Walet Hitam Ouw Yan Cu Serial Pedang Naga Kemala Giok Liong Kiam Pedang Naga Kemala Pemberontakan Taipeng Serial Iblis dan Bidadari Hwee Thian Mo Li Iblis dan Bidadari Hwee Thian Mo Li Lembah Selaksa Bunga Serial Sepasang Naga Penakluk Iblis Sepasang Naga Penakluk Iblis Si Bayangan Iblis Dendam Sembilan Iblis Tua Serial Pendekar Tanpa Bayangan Bu Eng Cu Pendekar Tanpa Bayangan Bu Eng Cu Harta Karun Kerajaan Sung - Jilid-1 Harta Karun Kerajaan Sung - Jilid-2 Harta Karun Kerajaan Sung - Jilid-3 Serial Darah Pendekar Dilanjutkan oleh SRIWIDJONO Darah Pendekar Pendekar Penyebar Maut Memburu Iblis Pendekar Pedang Pelangi Cerita Lepas / Non Serial Antara Dendam dan Asmara Bayangan Bidadari Sian Li Eng Cu Cheng Hoa Kiam Dendam Membara Dendam Si Anak Haram Kasih Di Antara Remaja Kilat Pedang Membela Cinta Kisah Si Tawon Merah Dari Bukit Heng-san Maling Budiman Berpedang Perak Mestika Golok Naga Naga Merah Bangau Putih Nona Berbunga Hijau Kun-lun Hiap-kek Ouwyang Heng-te Sepasang Pendekar Kembar Patung Dewi Kwan Im Pedang Asmara Pedang Keramat Thian Hong Kiam Pedang Sinar Emas Kim Kong Kiam Pembakaran Kuil Thian Lok Si Pendekar Baju Putih Pendekar Bunga Merah Pendekar dari Hoa-san Hoa-san Tai-hiap Pendekar Cengeng Pendekar Gila Dari Shan-tung Pendekar Pemabuk Kang-lam Tjiu-hiap Pendekar Tongkat Dari Liong-san Pendekar Wanita Baju Putih Pek-I Li-hiap Pengemis Tua Aneh Ouw Bin Hiap Kek Peninggalan Pusaka Keramat Leng Can Po Liok Pusaka Gua Siluman Rajawali Lembah Huai Sakit Hati Seorang Wanita Sepasang Rajah Naga Si Rajawali Sakti Si Teratai Emas Si Tangan Halilintar Si Tangan Sakti Suling Pusaka Kemala Tiga Dara Pendekar Siauw-lim Tiga Naga dari Angkasa versi pendek Tiga Naga Sakti Tiga Naga Sakti Wanita Iblis Pencabut Nyawa KLIK DONASI VIA TRAKTEER Bagi para cianpwe yang mau donasi untuk biaya operasional Cerita Silat IndoMandarin dipersilahkan klik tombol hati merah disamping ◀Prev ㊂ Next▶ Salin Posting Komentar Posting Komentar Download Cerita silat Kho Ping Hoo Tag cerita silat kho ping hoo, download cersil mandarin, cersil kho ping hoo, download free e-book, kumpulan komik / cerita silat mandarin Kho Ping Hoo, Bu kek Siansu, Pendekar kayu Harum, Raja Pedang, Pendekar Pemanah Rajawali Pada kesempatan kali ini saya uploadkan cersil mandarin terkenal karya dari penulis besar Kho Ping Hoo, yang sudah tidak asing lagi di kancah dunia persilatan tanah air. Beliau adalah seorang pribumi asli dan katanya malah belum pernah pergi ke negeri Cina yang menjadi latar belakang di sebagian besar cerita silatnya 1. Cerita silat Kho Ping Hoo - Serial Bu Kek Siansu Bu Kek Siansu - 1. Bu Kek Bu Kek Siansu - 2. Suling Bu Kek Siansu - 3. Cinta Bernoda Bu Kek Siansu - 4. Mutiara Bu Kek Siansu - 5. Istana Pulau Bu Kek Siansu - 6. Pendekar Bu Kek Siansu - 7. Pendekar Super Bu Kek Siansu - 8. Sepasang Pedang Bu Kek Siansu - 9. Kisah Sepasang Bu Kek Siansu - 10. Jodoh Bu Kek Siansu - 11. Suling Emas dan Naga Bu Kek Siansu - 12. Kisah Para Pendekar Pulau Bu Kek Siansu - 13. Suling Bu Kek Siansu - 14. Kisah Si Bangau Bu Kek Siansu - 15. Kisah Si Bangau Bu Kek Siansu - 16. Si Tangan Bu Kek Siansu - 17. Pusaka Pulau 2. Cerita silat Kho Ping Hoo - Serial Pendekar Kayu Harum Pendekar Kayu Harum - 1. Pedang Kayu Pendekar Kayu Harum - 2. Petualang Pendekar Kayu Harum - 3. Dewi Pendekar Kayu Harum - 4. Pendekar Lembah Pendekar Kayu Harum - 5. Pendekar Laknat/Pendekar Pendekar Kayu Harum - 6. Harta Karun Jengis Pendekar Kayu Harum - 7. Siluman Goa Pendekar Kayu Harum - 8. Asmara Pendekar Kayu Harum - 9. Ang Hong Pendekar Kayu Harum - 10. Pendekar Mata Pendekar Kayu Harum - 11. Jodoh Si Mata Pendekar Kayu Harum - 12. Pendekar 3. Cerita silat Kho Ping Hoo - Serial Pendekar Sakti Pendekar Sakti - 1. Pendekar Pendekar Sakti - 2. Ang I Pendekar Sakti - 3. Pendekar Pendekar Sakti - 4. Pendekar 4. Cerita silat Kho Ping Hoo - Serial Raja Pedang Raja Pedang - 1. Raja Raja Pedang - 2. Rajawali Raja Pedang - 3. Jaka Raja Pedang - 4. Pendekar Cerita silat Kho Ping Hoo Lepas Kho Ping Hoo - Kho Ping Hoo - Pedang Ular Kho Ping Hoo - Naga Sakti Sungai Kho Ping Hoo - Naga Kho Ping Hoo - Dendam dan Kho Ping Hoo - Si Tangan Kho Ping Hoo - Tangan Kho Ping Hoo - Gelang Kho Ping Hoo - Pendekar Tangan Kho Ping Hoo - Pedang Awan Kho Ping Hoo - Jago Pedang tak Kho Ping Hoo - Kisah Si Pedang Kho Ping Hoo - Si Rajawali Kho Ping Hoo - Tiga Naga Kho Ping Ho - Pengemis Kho Ping Hoo - Iblis dan Kho Ping Hoo - Kisah Si Pedang Kho Ping Hoo - Darah Saya kira cukup ini dulu yang bisa saya uploadkan tentang cerita silat kho ping hoo. nantikan postingan berikutnya yang tidak kalah menariknya, cerita silat mandarin lainnya karya dari penulis silat besar lainnya yaitu Cerita Silat Chin Yung dan Khu Lung. Terima kasih sudah berkenan membaca. Silahkan dishare pada teman-teman anda karena inipun hasil dari share teman juga. Salam. 0% found this document useful 0 votes333 views16 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes333 views16 pagesNovel Kho Ping HoJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. bisa dibantah, sosok Kho Ping Hoo adalah penulis cerita legendaris di Indonesia. Buku-buku cerita silatnya dibaca oleh banyak orang Indonesia. Bahkan, setidaknya ada tiga presiden di Indonesia yang turut membaca karya-karyanya, yakni Habibie, Gus Dur, dan Joko Widodo. Bukan cuma karya-karyanya yang dibaca banyak orang, nama dan sosok Kho Ping Hoo pun turut menjadi perbincangan khalayak, baik ketika ia masih hidup maupun kini saat ia sudah meninggal. Musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals, pun sempat mengabadikan nama Kho Ping Hoo ke dalam lirik lagunya berikut yang berjudul Teman Kawanku Punya Teman. Kawanku punya teman, temannya punya kawanMahasiswa terakhir fakultas dodolLagaknya bak professor, pemikir jempolanSelintas seperti sibuk mencari bahan skripsi Kacamata tebal, maklum kutu bukuNgoceh paling jago, banyak baca Kho Ping Hoo Dalam sebuah webinar bertajuk "Kho Ping Hoo dalam Dunia Cerita Silat", salah satu putri Kho Ping Hoo menceritakan bagaimana kehidupan ayahnya sebelum dan selama menjadi penulis cerita silat. Tina Asmaraman Kho Tien Nio, puteri ketiga Kho Ping Hoo tersebut mengatakan ayahnya adalah pria keturunan Tionghoa dan Jawa. Dari akta kelahirannya, tertulis bahwa Kho Ping Hoo terlahir di Sragen pada 17 Agustus 1926. Baca Juga Catatan-catatan Awal Para Pejalan Perempuan Indonesia. Siapa Mereka? Meskipun mampu menulis banyak buku cerita silat, Kho Ping Hoo ternyata bukanlah sosok yang benar-benar jago silat. Dia bukan guru silat seperti yang dipikirkan banyak orang. "Cuma dikit-dikit main silat dari ayahnya, dari kakek saya," ungkap Tina dalam webinar yang digelar pada Senin 15/3/2021 malam itu. Sebagai anak kedua yang juga merupakan putra tertua di dalam keluarga karena kakak tertuanya adalah perempuan, Kho Ping Hoo ternyata telah memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarganya ketika ayahnya sakit dan sudah tidak bisa bekerja lagi. "Papa saya berhenti sekolah lalu kerja," kata Tina yang juga merupakan ibu dari Desta Club 80's itu. Sebelum menjadi penulis cerita silat, Kho Ping Hoo sempat bekerja sebagai juru tulis di sebuah perusahaan angkutan bernama TSH di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada zaman pendudukan Jepang. Dia menjalani pekerjaannya di perusahaan angkutan tersebut selama 12 tahun sambil sesekali menulis cerita pendek. Akibat adanya peristiwa kerusuhan rasialis di Tasikmalaya pada 10 Mei 1963, Kho Ping Hoo sempat merasa sakit hati dan hampir pergi ke Tiongkok demi meninggalkan Indonesia. Dalam kerusuhan tersebut, toko, rumah, dan aset milik etnis Tionghoa dirusak. Huru hara itu bermula dari Bandung, tapi lalu merembet ke kota-kota lain di Jawa Barat seperti Sumedang, Tasikmalaya, Cirebon, dan Sukabumi. "Semua bukunya dirusak, kendaraannya dibakar. Papa saya sakit hati merasa 'saya salah apa'," ujar Tina. Baca Juga Buku Matematika 140 Tahun Ungkap Kondisi Kehidupan Indonesia Kuno Akibat persitiwa rasialis itu, tadinya Kho Ping Hoo sempat hendak pulang ke China, mengingat dirinya juga masih berstatus sebagai warga negara asing WNA di Indonesia. "Tapi karena anak-anaknya masih kecil-kecil, dia jadi mempertimbangkan bahwa kasihan anak-anaknya kalau harus menempuh perjalanan jauh ke China dengan naik kapal laut." Dulu, kata Tina, perjalanan dari Indonesia ke Tiongkok masih harus ditempuh dengan kapal laut. Tak jadi pulang ke kampung leluhurnya di Tiongkok, Kho Ping Hoo kemudian memutuskan pindah ke Solo, Jawa Tengah. "Di Solo ada peristiwa tahun 65 yang bakar-bakaran lagi. Ada peristiwa rasialis lagi itu. Papa saya kembali sakit hati, benar-benar sampai pengin ke China, karena selalu diperlakukan tidak baik," tutur Tina. Namun keinginannya tersebut batal kembali dan akhirnya Kho Ping Hoo menetap di Solo sampai akhirnya hayatnya. Pada 22 Juli 1994, Kho Ping Hoo mengembuskan napas terakhirnya di Solo atau kini lebih dikenal sebagai Kota Surakarta. Menurut Profesor Leo Suryadinata, peneliti Kho Ping Hoo sejak 1980-an, Kho Ping Hoo mulai menulis cerita pendek pada sekitar tahun 1952 atau 1953 saat masih bekerja di Tasikmalaya. Hal itu dibenarkan pula oleh Tina. Cerita pendek bergenre cerita silat pertamanya terbit di sebuah majalah di Tasikmalaya. Setelah itu ia mulai menerbitkan cerita silatnya dalam buku tunggal lewat sebuah penerbitan di sana. "Waktu di Tasik pakai penerbit CV-nya Pak Hafid," kata Tina. Setelah pindah ke Solo, Kho Ping Hoo mendidirkan penerbitannya sendiri yang bernama CV Gema Solo. Baca Juga Kung Fu Senjata Tionghoa Merebut Kemerdekaan dan Melawan Penjajahan Tina mengatakan bahwa Kho Ping Hoo selalu membalas surat-surat dari penggemar buku-buku cerita silatnya. Hal ini diamini pula oleh Leo yang sempat beberapa kali berbalas surat dengan Kho Ping Hoo untuk meneliti sosok pengarang legendaris tersebut. "Ada penggemarnya yang fanatik banget. Waktu dia nikah, Papa saya datang ke Padang. Dianggapnya jadi putri angkatnya, karena dia penggemar itu memuja Papa saya banget," cerita Tina mengenang ayahnya. Sewaktu di Solo, Kho Ping Hoo biasanya menulis di Pondok Wisma Damai, sebuah villa mungil di Tawangmangu. Tawangmangu yang terkenal dengan air terjunnya adalah daerah pegunungan sekitar 40 kilometer arah timur dari rumah kediaman Kho Ping Hoo di Solo. "Dia butuh ketenangan juga supaya bisa fokus nulis," kata Tina. Mengenai penambahan nama Asmaraman Sukowati di depan nama Kho Ping Hoo, hal itu dilakukan setelah pemerintahan Orde baru mengeluarkan Keputusan Presiden Keppres No 240 Tahun 1967 yang menganjurkan warga keturunan asing mengganti namanya menjadi nama Indonesia. Nama Asmaraman dipilih, menurut Tina, karena Kho Ping Hoo merupakan pria yang menggandrungi cinta atau asmara. "Nama man pada kata Asmaraman mungkin ditambahkan dari bahasa Inggris, ya," ujarnya. Baca Juga Ketika Orang Arab dan Tionghoa Membuat Resah Pemerintah Kolonial Putri ketiga Kho Ping Hoo itu lebih lanjut menceritakan bahwa ayahnya memiliki kemampuan bahasa yang baik. Mulai dari bahasa daerah seperti Jawa hingga Sunda. Sampai juga bahasa asing seperti Belanda dan Inggris. Kho Ping Hoo mampu membaca dan menguasai beberapa bahasa asing karena ia sempat bersekolah di HIS Sragen setingkat SD. Selepas lulus dari HIS di Sragen, dia pernah mencoba mendaftar ke MULO dan diterima, tapi perekonomian keluarganya yang sulit membuatnya tidak mampu meneruskan sekolah. Berkat kegemarannya membaca, Kho Ping Hoo terus belajar sehingga bisa menjadi penulis dan pengusaha percetakan di Solo. Dari hasil ketikan tangannya, Kho Ping Hoo telah menghasilkan setidaknya 400 buku cerita silat. Banyak cerita silat karangan Kho Ping Hoo yang terkenal pada masanya seperti Bu Kek Siansu, Pedang Kayu Harum, Pendekar Super Sakti, Badai Laut Selatan, Iblis dan Bidadari, Darah Mengalir di Borobudur, dan Keris Pusaka Nogopasung. Seno Gumira Ajidarma, pengarang, wartawan, sekaligus penulis serial cerita silat Nagabumi, mengatakan kemampuan berbahasa Indonesia yang dimiliki Kho Ping Hoo sangatlah bagus. Padahal, menurut Seno, pada tahun 1970-an kala Kho Ping Hoo menulis buku-bukunya itu, banyak penulis lain maupun wartawan yang kemampuan berbahasanya masih rendah. Selain itu, karakter-karakter tokoh yang dibuat dalam cerita-cerita Kho Ping Hoo juga sangatlah kuat. "Setiap tokoh itu kita bisa tahu bedanya. Itu membutuhkan bakat khusus dan juga pembacaan yang khusus," ujar Seno. Hal ini menunjukkan bahwa Kho Ping Hoo memang gemar membaca dan memiliki referensi bacaan yang luas. Jikapun Kho Ping Hoo tidak bisa bahasa Mandarin sehingga tidak bisa membaca buku-buku cerita silat asli dari Tiongkok seperti yang dikatakan Tina dan Leo, kemungkinan besar ia banyak membaca buku cerita silat terjemahan, entah itu dalam bahasa Belanda, Inggris, maupun Indonesia. Baca Juga Kung Fu Senjata Tionghoa Merebut Kemerdekaan dan Melawan Penjajahan Hal menarik lainnya dari Kho Ping Hoo, menurut Seno, adalah ia jago dalam "meleburkan sejarah dan fiksi." Jadi, kalau kita saring, kata Seno, dalam cerita-cerita silat Kho Ping Hoo itu sebenarnya terkandung banyak fakta peristiwa di masa lalu yang bisa menjadi pelajaran. Dalam acara webinar yang sama, Mukmin Zakie, dosen hukum di Universitas Islam Indonesia, mengatakan dirinya merupakan pembaca sekaligus pengagum cerita-cerita silat Kho Ping Hoo. Ia menyampaikan telah mendapat banyak pelajaran yang tersirat dari buku-buku Kho Ping Hoo tersebut. "Saya baca buku-buku itu dari SMP, sekarang saya jadi dosen. Ketika saya ketemu kawan-kawan waktu SMP, mereka heran, 'Heh, Mukmin, kamu kok bisa jadi dosen padahal bacaanmu Kho Ping Hoo?'" tutur Mukmin menceritakan. "Saya bilangin, 'Kalian aja yang nggak menikmati cerita-cerita Kho Ping Hoo. Padahal di dalamnya itu banyak sekali ajaran-ajaran moralitas dan ksatria. Itu ada pada jiwa seorang dosen kan, mengajarkan moralitas dan ksatria'," pungkas Mukmin. Baca Juga Satu Tahun GRID STORE Tersedia Layanan Pelanggan Majalah-el Berdiskon PROMOTED CONTENT Video Pilihan

kho ping hoo pdf lengkap